Telkom Speedy Penipu ?
Judul di atas merupakan subjek sebuah email yang dikirimkan melalui mailing list jardiknas yang saya terima beberapa hari yang lalu…
Isi lengkap emailnya dapat dilihat di bawah ini:
——————————-
jika kita perhatikan brosur telkom speedy menyatakan kecepatan download sampai
384 kbps, jika kita hitung 384 kbps = 384 000 bit/second. Ketika kita melakukan
proses download yang tertera pada dialog box adalah nilai KBps (Kilo Bytes per
second) bukan nilai kbps (kilo bit per second). itu artinya kalo pake telkom
speedy paling sekitar (384/8) = 48KB/sec. Itu pun kalau kondisi ideal dapat 30
KB/second udah cukup bagus. Bagi pengguna awam yang belum mengerti benar
perbedaan Kbps dan KBps , melihat angka yang diberikan telkom speedy sangat
besar 384 Kbps padahal ya itu hanya sekitar 48KB/sec
—————————–
Email lengkapnya dapat diperoleh pada mailing list Jardiknas pada link http://tech.groups.yahoo.com/group/jardiknas/message/2930
Nah…apa yang salah dari pernyataan di atas ?
Saya akan mencoba menjawab dengan sebuah analogi ![]()
Alkisah (ceileeee…seperti menceritakan sebuah dongeng saja
) ada seseorang yang membutuhkan beras untuk keperluan sehari-hari. Kemudian dia menuju ke pasar dan masuk kedalam sebuah toko beras.
Selanjutnya terjadi dialog antara penjual dan pembeli:
“Pak, saya hendak membeli beras nih”
“Berapa banyak bu ?” tanya penjual tersebut
“5000 gram saja pak” jawab pembeli itu sambil melihat-lihat jenis beras yang ada
“beras apa yang diinginkan bu ?”tanya penjual sambil menuju ke rak penyimpanan beras yang sudah dipacking dengan ukuran dan jenis tertentu.
“yang itu saja pak” tunjuk pembeli itu pada deretan beras yang berada pada pajangan…
Nah, penjual tersebut langsung memberikan beras yang diinginkan kepada pembeli itu.
Kebetulan, pada sampul depan tertulis “Berat bersih 5 Kg”
Melihat tulisan ini, sontak pembeli tersebut protes, “Anda ini mau menipu saya yah…saya khan minta 5000 gram, kok saya diberikan 5 Kg ? Saya ini pembeli awam, harusnya anda tulis 5000 gram, jangan tulis 5 Kg dong !!!”
Nah…silakan menilai sendiri ![]()


Januari 21, 2008 di 9:31 am catatan rate Speedy itu UP TO 384 kbps . jadi kalau gak sampe UP ya , nasib dech
Januari 21, 2008 di 11:08 am Memang ada apak di Indonesia koneksi yang sesuai dengan promonya ?
paling juga walaupun ada saat promo saja pak, habis itu ya dicekek lagi koneksinya biar “irit”…
jadi ingat sebuah komentar ” kalau masih bisa di persulit, kenapa harus dipermudah ? “
Januari 21, 2008 di 11:44 am Memang harus di jelaskan kepada masyarakat……apalagi kondisi saat ini, seperti kejadian didaerah Kabupaten Lumajang – Jawa Timur, baru saja produk speedy masuk (belum 1 tahun). Masuknya speedy disambut baik oleh masyarakat disini. Banyak sekali yang memilih paket HOME dengan harga Rp. 200.000,00. Karena kurang detilnya informasi tersebut yg didapat dari masyarakat, setelah 1 bulan kemudian banyak yg kaget, tidak percaya………karena apa…??? Karena mereka tidak tahu, atau tidak jelas kalau ternyata paket HOME SPEEDY itu hanya utk 50 jam pemakaian atau utk penggunaan dg kapasitas 1 Gb.
Akhirnya……..ada yg kena tagihan sebesar Rp. 350.000 ada yg Rp. 500.000 bahkan ada yg melebihi dari PAKET OFFICE………karena masyarakat tidak teliti atas quota. Masyarakat yg baru tahu INTERNET mengira bisa dipakai selama 1 bulan penuh.
Saya minta ijin memuat di http://www.lumajang.net, topik TELKOM SPEEDY PENIPU?
Januari 21, 2008 di 2:55 pm Nama`nya masyarakat itu tidak semua`nya mengerti secara teknis kan? wajarlah… seharus`nya pihak Telkom mampu untuk memaklumi hal ini. Bagaimanapun juga, adalah HAK KONSUMEN untuk diperlakukan dengan sebaik-baiknya.
Saya tidak membela pihak manapun, dalam hal ini saya mencoba untuk menjadi pihak yang netral. Walaupun konsumen marah” karena “ketidakmengertian`nya”… Telkom juga harus mampu memberikan penjelasan yang dapat diterima.
Januari 21, 2008 di 3:01 pm yah.. di jardiknas… kota malang memang itu sering terjadi pertanyaan… dan kebanyakan sekolah-2 nggak ngerti jadintya salah paham.. kok tiba-2 tagihan bengkak dan seterusnya… gimana yah baiknya ?
Januari 21, 2008 di 4:13 pm Maklum lah pak… paling cuma orang2 yang gemar IT, atau bergerak di bidang IT yang ngerti hal sperti itu.
Secara teknis telkom benar, telah mencantumkan semua penjelasan. Baik dengan ukuran font kecil sekali pun. Masalah paham tidaknya pelanggan, memang seringkali promosi tidak bertanggung jawab dengan hal itu.
Masalah koneksi… kalo di lihat secara teknis ( sekali lagi ) itu benar pak. Secara teori bisa sampai segitu. Memang secara terapan susah sekali sampai segitu kecepatan koneksinya.
Yang menjadi penyakit memang promosi yang tidak bertanggung jawab. Baca postingan ini : http://manusia.wordpress.com/2007/11/30/secara-teknis-saya-benar/
Januari 21, 2008 di 10:04 pm Hahaha… benar. Tapi katanya kalo paket langganannya beda kecepatannya beda. Trus kalo temenku nelpon CS (semarang) biasanya kalo sebelumnya lambat jadi cepet. Trus lambat lagi, trus nelpon lagi. Lucu, ya. Mungkin soal jalur layanannya
Januari 21, 2008 di 11:22 pm kebetulan saya termasuk yang awam, jadi tertipu yang tak paham, mungkin demikian. Atau ada tipuan lain dari speedy? Saya juga tak paham. Suuwun yoooo
Januari 22, 2008 di 12:23 am teman saya berkata “telkom=telat komunikasi”
Januari 22, 2008 di 12:35 am Saya termasuk salah satu pemakai Speedy, belum sampe 1 th sih. Selama ini rasanya baik2 saja, memang kadang terasa cepat, nanti lain saat terasa lambat …. memang tidak stabil sih. Hal ini menurut hemat saya karena masalah banyaknya pengguna, kalo trafficnya lagi rame …. ya lambat. sebaliknya kalo lagi sepi ….. terasa cepet. Seperti lalu lintas saja, pada jam masuk dan pulang kerja/kuliah … pasti macet deh.
Sudah seharusnya kita sebagai konsumen, selalu minta penjelasan detail dalam setiap transaksi ……. memang pihak penjual biasanya tidak akan menjelaskan kelemahan dari suatu produknya, padahal dia tau. Inilah barangkali yang disebut dengan penipuan secara halus. jadi kitalah yang harus kritis.
Januari 22, 2008 di 1:21 am ………..bandingin ama warnet yg ga pake speedy, masih speedy lah………..
kalo makin stabil makin oke kali ya
apalagi kalo makin murah
kita tunggu aja
Januari 22, 2008 di 2:59 am Biar begitu masih banyak lho daerah-daerah yang menantikannya.
Utamanya di luar Jawa
Januari 22, 2008 di 5:23 am YAELAH, SEMUA TU TERGANTUNG ORANGNYA. . . untungnya dulu saya telusuri dahulu si Speedy yang super murah itu. ternyata 200 rb itu per 1giga. 400 rb per 3 giga. memang para konsumen perlu adanya konfirmasi dari pihak telkom. kalo perlu bikin talk show about seputar speedy hagghhaghhagh